Cara Bisnis Properti, Investasi Properti dan Desain Rumah Minimali

Usaha PropertiBandar Online Terpercaya

Tahun Ini Pembelian Rumah KPR Menurun

Tahun Ini Pembelian Rumah KPR Menurun ~ Meskipun sebelumnya beredar kabar di tengah pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sedang lesu, KPR kelas mengengah ke bawah BTN tumbuh 18%, tapi hal itu tidak terjadi secara umum.

Walaupun menempati porsi paling besar, penggunaan kredit untuk pembelian rumah mengalami penurunan khususnya dalam tiga tahun terakhir, penyebabnya di duga karena adanya aturan yang lebih ketat untuk mendapatkan KPR.

Dari hasil survei harga properti residensial yang di terbitkan BI menunjukkan jumlah penggunaan KPR (Kredit Pemilikan Rumah) pada kuartal II 2015 mencapai 72.2%. Angka ini jelas jauh menurun jika di bandingkan dengan posisi kuartal II tahun 2012 yang mencapai 82.09%.

Penjualan Properti Menurun Di Tahun 2015

Ilustrasi penurunan pembelian rumah KPR

Menurut Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi), Eddy Ganefo mengatakan terjadinya penggunaan kredit salah satunya di sebabkan kebijakan LTV (Loan to Value) yang lebih ketat yang di berlakukan sejak tahun 2012.

Adanya aturan LTV tinggi, membuat pengembang memutar strategi yaitu dengan membuat skema cash bertahap pada konsumen.

Baca juga:

Pertumbuhan Ekonomi Rata-Rata Dunia Masih Di Bawah Indonesia

Penjualan Properti Menurun Di Tahun 2015

Sedikit mengulas, sejak tahun 2012 Bank Indoensia mengatur batasan Loan to Value antara 70% hingga 80%. Ini artinya konsumen harus menyiapkan dana untuk membeli properti sebesar 20% hingga 30%. Kembali pada juni 2015, rasio LTV kembali di turunkan menjadi sebesar 10%.

Menurut Edy, pelonggaran sebesar 10% tersebut tidak berdampak signifikan karena bank central masih membatasi kredit inden untuk unit properti inden, padahal sebelum 2013  praktek seperti ini tidak di larang sehingga para pengembang-pun bisa lebih leluasa untuk membangun proyek residensial.

Saat ini, menurut Edy arus kas pengembang cukup tersendat, khususnya para pengembang menengah ke bawah.

Sebab itu, Edy mengusulkan agar BI juga melonggarkan aturan kredit untuk unit properti inden. Menurutnya hal ini akan membantu arus kas pengembang dalam menyediakan pasokan hunian, khususnya untuk target pasar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Oke, demikian berita singkat pembelian rumah kpr yang sedan menurun. Semoga bermanfaat, terimakasih sudah berknjung dan membaca artikel ini. See you on the next article.

Bantu Bagikan:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *