Cara Bisnis Properti, Investasi Properti dan Desain Rumah Minimali

Usaha Properti

Pertumbuhan Ekonomi Rata-Rata Dunia Masih Di Bawah Indonesia

Pertumbuhan Ekonomi Rata-Rata Dunia Masih Di Bawah Indonesia ~ Meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia di kabarkan sedang lesu yang di sebabkan banyak faktor seperti menguatnya dollar terhadap rupiah dan terjadinya penurunan konsumsi masyarakat, tidak membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia lansung melemah tajam.

Sesuai dengan pantauan kami dari situs detik.com, Ekonomi Indonesia mampu tumbuh 4.7% sedangkan pertumhuhan ekonomi dunia hanya mampu tumbuh dengan rata-rata 3.5%.  Dengan melihat fakta di atas, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih jauh lebih baik jika di bandingkan pertumbuhan ekonomi rata-rata dunia.

Pertumbuhan Ekonomi Rata-Rata Dunia Masih Di Bawah Indonesia

 Gambar: Ilustrasi Pertumbuhan Ekonomi

Pertumuhan sebesar 4.7%, memang bisa di katakan bahwa ekonomi Indonesia sedang melambat jika di banding tahun-tahun sebelumnya pada kuartal yang sama yakni di bulan januari hingga maret. Namun demikian, bukankah pertumbuhan ekonomi Indonesia masih lebih baik di banding pertumbuhan rata-rata ekonomi dunia?.

Banyak kalangan yang merasa khawatir, terutama para pengamat ekonomi karena sebelumnya pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa bertumbuh di atas 5% atau belum pernah di bawah 5%.

Seperti yang di ungkapkan deputi bidang ekonomi Kementerian PPN/Bappenas Leonard VH Tampubolon mengatakan kondisi ekonomi kita masih jauh lebih baik. Menurut beliau perlambatan yang sedang di alami ini hanya bersifat sementara setelah berbagai instansi pemerintah menunda pengeluarannya karena sedang menunggu penetapa anggaran pendapatan dan belanja Negara perubahan (APBN-P) 2015.

Masih menurut Leonard VH Tampubolon, beliau beranggapan bahwa kita masih optimis meskipun pada kuartal pertama pertumbuhan ekonomi sedang melambat, namun kondisi tersebut masih bisa di kejar segera hingga periode selanjutnya sehinggga target pertumbuhan ekonomi di akhir tanun 2015 ini dapat tercapai.

Rasa optimis dan keyakinan tersebut menurut dia, di dasarkan pada kondisi bahwa di kuartal pertama yaitu tiga bulan pertama di tahun 2015 Pemerintah Presiden Jokowi, khususnya di kementerian teknis bidang infrastruktur seperti bidang Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PURR), Perhubungan hingga Kementerian Energi tidak bersifat pasif atau tinggal diam saja menunggu penetapan angggaran APBN-P tersebut.

Para Kementerian di beritakan melakukan aksi lelang walaupun belum bisa melakukan kontrak sehingga di harapkan begitu anggaran siap, proyek-proyek akan bisa langsung jalan kerena lelang sudah di lakukan sebelumnya.

Dengan demikian proses ke depannya akan semakin mudah, singkat dan cepat. Melihat kondisi pasar yang sedang melemah tersebut sebenarnya sudah sangat terasa khususnya di sektor properti, di mana banyaknya laporan bahwa penjualan properti di tahun ini menurun tajam jika di banding tahun-tahun sebelumnya.

Demikan dulu artikel untuk hari ini mengenai Pertumbuhan Ekonomi Rata-Rata Dunia Masih Di Bawah Indonesia, semoga bermanfaat untuk anda semua. Silahkan tinggalkan komentar anda sehubungan dengan kondisi yang anda alami di bisnis properti di saat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terkoreksi melemah seperti saat ini.

Bantu Bagikan:
One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *