Cara Bisnis Properti, Investasi Properti dan Desain Rumah Minimali

Usaha PropertiBandar Online Terpercaya

Perbedaan Suku Bunga Flat Dan Efektif

Perbedaan Suku Bunga Flat Dan Efektif – Meminjam uang atau loan dari bank ataupun lembaga keuangan akan selalu di bebani bunga. Untuk itu sebelum anda menyetujui pinjaman yang di tawarkan oleh bank, sebaiknya pahami dulu beberapa sistim bunga yang di terapkan bank berdasarkan perhitungannya.

Perbedaan Suku Bunga Flat Dan Efektif

1.Sistim bunga flat

Bunga flat adalah salah satu sistim yang di berlakukan bank yaitu dengan perhitungan suku bunga yang besarannya mengacu pada pokok utang awal.

Sisitim bunga flat biasanya banyak di terapkan oleh bank pada barang konsumsi atau KTA (Kredit Tanpa Agunan).

Pada sistim bunga flat ini porsi dan pokok dalam angsuran setiap bulan akan tetap sama. Misalnya, anda mengajukan pinjaman sebesar 250 juta, dan besar bunga flat 5% pertahun dan tenor 3 tahun.

Maka perhitungannnya akan seperti ini:

Rp 250 juta + (Rp 250juta x 5% x 3) / 36= Rp 7.986.111,-

Dari hasil perhitungan dengan menggunakan sistim bunga flat di atas, maka anda di wajibkan membayar cicilan sebesar Rp7.986.111,- setiap bulan.

2. Sistim bunga efektif

Sistim bunga efektif ini adalah kebalikan dari sistim bunga flat, yaitu porsi bunga di hitung berdasarkan pokok utang yang tersisa. Dengan demikian, porsi bunga dan pokok dalam angsuran per bulan akan berbeda, meski besar angsuran perbulan tetap sama.

Sistim bunga efektif biasanya di gunakan pada produk KPR (Kredit Pemilikian Rumah) atau berbagai kredit investasi yang di tawarkan oleh bank.

Sebagai contoh, misalnya anda berhutang Rp 100.000.000,- menggunakan sistim bunga efektif dengan bunga 12% per tahun dan pokok cicilan adalah Rp 10.000.000,- per bulan. Maka perhitungannya akan seperti ini:

Bulan ke-1 bunganya 1% x Rp 100.000.000,- = Rp 1.000.000,-

Bulan ke-2 bunganya 1% x Rp 90.000.000,- = Rp 900.000,-

Bulan ke-3 bunganya 1% x Rp 80.000.000,- = Rp 800.000,-

Demikian seterusnya.

Berdasarkan sifat perhitungannya

1.Sistim bunga fixed

Dari namanya mungkin anda sudah bisa menebak yaitu fixed, yang artinya suku bunga bersifat tetap selama periode tertentu sesuai kesepakatan debitur dengan pihak bank sebagai kreditur.

Keuntungan sistim bunga ini bagi anda sebagai debitur adalah jika suatu waktu suku bunga pasar naik, maka anda tidak akan terbebani bunga tambahan.

2.Suku bunga floating

Sistim bunga floating merupakan kebalikan dari sistim bunga fixed yang perhitungan bunga dapat berubah sewaktu waktu menyesuaikan kondisi pasar.

Jika suatu waktu suku bunga pasar naik, maka bunga kredit anda juga akan ikut naik, sedangkan jika suku bunga pasar turun maka suku bunga anda juga akan ikut turun menyesuaikan kondisi pasar.

Biasanya sistim bunga floating di terapkan untuk kredit jangka panjang, misalanya untuk produk KPR (Kredit Pemilikan Rumah) ataupun investasi.

Demikian dulu artikel Perbedaan Suku Bunga Flat Dan Efektif semoga bermanfaat untuk kita semua. Silahkan baca juga artikel sebelumnya Pertumbuhan Ekonomi Rata-Rata Dunia Masih Di Bawah Indonesia

Bantu Bagikan:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *