Cara Bisnis Properti, Investasi Properti dan Desain Rumah Minimali

Usaha Properti

Menggunakan Utang Baik Dan Menghindari Utang Jelek Dalam Berbisnis Properti

Jika anda pernah mendengarkan seminar dari penasehat keuangan serta pemilik buku best seller Rich Dad and Poor Dad yaitu Robert T Kiyosaki maka anda akan mengetahui bahwa salah satu aturan untuk menang dan menjadi kaya adalah kita perlu mengetahui dan memahami The Rule Of Money yang salah satunya adalah “Good Debt Vs Bad Debt” atau kita kenal dengan sebutan “Utang Baik Dan Utang Jelek”.

Selama ini mungkin kita sudah sering mengetahui dan mendengar nasehat-nasehat baik itu dari teman, saudara ataupun dari orang tua kita bahwa berutang adalah seuatu yang buruk dan dianggap oleh kebanyakan orang adalah sesuatu sesuatu yang tabu.

Namun tahukah anda bahwa berutang itu bisa saja merupakan leverage atau daya ungkit untuk membuat kita lebih kaya asalkan kita tahu aturan main untuk menggunakan uang yang kita utang tersebut?

Menggunakan Utang Baik Dan Menghindari Utang Jelek Dalam Properti

Dibawah ini akan saya jelaskan perbedaan dari utang baik dan utang jelek tersebut untuk dapat kita pahami sehingga kita bisa memanfaatkan utang untuk mendapatkan aset atau cashflow yang positif.

1. Utang Baik

Utang baik adalah utang yang digunakan untuk kebutuhan yang menghasilkan uang ke kantong anda. Misalnya, anda mendapatkan pinjaman sebesar 300 juta, nah dengan utang 300 juta tersebut jika anda mampu mencari aset seperti katakanlah anda membeli rumah atau apartemen dan kemudian anda kontrakkan atau disewakan kepada orang lain sehingga menghasilkan cashflow positif dimana penghasilannya lebih besar dari seluruh total pengeluaran maka utang tersebut bisa dikatakan dengan utang yang baik atau istilah kerennya dikenal dengan “good debt”.

Kesimpulannya adalah dengan utang baik tersebut anda mampu memperoleh aset untuk mendatangkan uang kekantong anda dan dengan cashflow yang diberikan utang yang baik tersebut, maka pasif income anda pun bertumbuh sehingga tanpa anda bersusah payah bekerja, penghasilan dari pasif income anda akan mampu memenuhi kebutuhan hidup anda.

2. Utang Jelek

Berbanding terbalik dengan utang baik, utang jelek merupakan utang yang digunakan untuk kebutuhan konsumtif, misalnya anda meminjam uang dan kemudian uang tersebut anda gunakan untuk kredit mobil, membeli barang-barang mewah, liburan, menghabiskan uang di restaurant mahal, membeli komputer terbaru, gadget dan handphone terbaru yang semuanya barang-barang tersebut sama sekali tidak memberikan penghasilan atau mendatangkan uang ke kantong anda.

Dengan membeli barang-barang atau hal yang bersifat konsumtif tersebut maka kondisi keuangan anda akan semakin terpuruk karena anda harus bayar lebih mahal lagi setiap bulannya seperti membayar cicilan mobil anda, membayar kartu kredit dan sebagainya.

Kondisi diatas dinamakan dengan liability atau kewajiban dimana setiap bulannya anda harus membayar atau mengeluarkan uang dari kantong anda. Kondisi seperti ini akan membuat anda tidak akan pernah mendapatkan financial freedom, atau dengan kata lain anda akan semakin terpuruk dan tetap dalam keadaan miskin jika anda tidak merubahnya.

Nah sekarang anda pilih mana, utang baik atau utang jelek? Bolehkah saya melakukan utang jelek seperti kredit mobil? Jawabannya tentu saja boleh..tapi syaratnya anda harus perbanyak atau peroleh dulu aset yang mencukupi untuk anda, kemudian barulah anda boleh melakukan kredit mobil tersebut.

Dengan kata lain perhatikan aset anda jangan sampai kewajiban atau liability anda lebih besar dari penghasilan anda.

Oke, sekian dulu artikel Menggunakan Utang Baik Dan Menghindari Utang Jelek Dalam Berbisnis Properti. Semoga dengan adanya tulisan ini kita semakin paham membedakan apa itu utang baik dan utang jelek dan selanjutanya utang tersebut dapat kita manfaatkan sebagai daya ungkit untuk mendapatkan aset sehingga kita akan semakin cepat mendapatkan financial freedom.

Sekian artikel Menggunakan Utang Baik Dan Menghindari Utang Jelek Dalam Berbisnis Properti terimakasih sudah berkunjung dan semoga bermanfaat untuk anda.

Baca juga artikel ini Pentingnya Memahami Cashflow Saat Berbisnis Properti.

Bantu Bagikan:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *