Cara Bisnis Properti, Investasi Properti dan Desain Rumah Minimali

Usaha Properti

Memperhatikan Legalitas Lahan Ketika Membeli Properti

Halo sahabat usahaproperti.com, apa kabar.. semoga teman-teman semua masih semangat dalam menjalankan semua aktivitas. Kali ini penulis ingin mengulas pentingnya memperhatikan legalitas ketika membeli properti.

Semakin meningkatnya pertumbuhan penduduk dan tingginya permintaan terhadap tanah dan bangunan, membuat banyak orang berlomba-lomba untuk segera membeli.

Properti berupa tanah, bangunan sudah merupakan kebutuhan pokok yang harus di penuhi setiap orang sebagai tempat tinggal.

Harga tanah dan bangunan setiap tahun semakin meningkat, tak jarang bagi orang yang berpenghasilan rendah sering kesulitan membeli rumah.

Bagi masyarakat dengan tingkat ekonomi ke bawah, mungkin harus menunggu waktu yang lama untuk bisa memiliki rumah.

Untuk itu, mahalnya sebidang tanah atau rumah yang tak jarang harus kita beli dengan susah payah harus kita perhatikan sengan seksama.

Ketika membeli rumah, ada beberapa hal yang harus di perhatikan agar nantinya tidak bermasalah atau sengketa. Yang menjadi fokus penting sebelum membeli sebidang tanah atau bangunan adalah legalitas.

Ya, legalitas tanah dan bangunan perlu kita ketahui guna menghindari adanya pertikaian di kemudian hari atau di temukannya sertifikat palsu,  penggandaan dokumen dan saling klaim kepemilikan.

Kasus seperti di sebutkan di atas sudah banyak di temui. Adanya penipuan yang dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab sering merugikan pembeli.

Berikut beberapa tips yang harus di perhatikan sebelum memutuskan membeli sebidang lahan atau bangunan agar terhindar dari penipuan dan kerugian.

1. Mengenali lokasi lahan atau rumah yang akan di beli apakah berstatus sengeketa atau tidak, anda boleh bertanya langsung ke badan pertanahan (BPN).

Jika kebetulan kamu punya teman yang berprofesi sebagai Notaris, tanyalah mereka. Biasanya Notaris tahu lokasi yang bermasalah dan mana saja yang harus anda hindari ketika membeli tanah atau rumah.

2. Sebelum anda putuskan untuk membeli, sebaiknya lakukan pengecekan sertifikat langsung ke Badan Pertanahan Nasional.

Seperti kita ketahui sertifikat rumah biasanya ada 3 jenis yaitu:

  • SHM (Sertifikat Hak milik)
  • HGB (Hak Guna Bangunan)
  • Status Girik atau Tanah Adat

SHM merupakan sertifikat paling kuat dan paling aman secara hukum, sedangkan HGB merupakan sertifikat yang juga aman, namun mengharuskan anda untuk membayar pajak setelah 20 atau 30 tahun pemakaian.

Memperhatikan Legalitas Lahan Ketika Membeli Properti

Kedua jenis sertifikat di atas bisa anda beli, terlebih jika anda sudah melakukan pengecekan ke Badan Pertanahan. Untuk di ketahui, mengecek sertifikat apakah asli atau tidak ke Badan Pertanahan tidak memerlukan biaya.

Anda hanya perlu membawa fotocopy dokumen yang akan di cek, kemudian menunggu sebentar saat proses pengecekan tersebut.

Status girik bukanlah sertifikat atau tanda bukti hak atas tanah. Tanah dengan status girik, surat-suratnya masih di pegang oleh pemilik terdahulu.

Girik hanya surat berupa bukti bahwa si pemilik girik menguasai sebidang tanah milik adat dan berstatus sebagai pembayar pajak atas tanah tersebut.

Perlu anda ingat, tanah status girik tidak akan bisa anda agunkan ke bank karena belum di akui dan tidak kuat secara hukum.

Lain halnya dengan SHM dan HGB, jika anda mengagunkan ke bank pasti akan di terima dan di akui.

Untuk itu sebaiknya tidak perlu membeli tanah atau rumah status girik walaupun harga yang di tawarkan sangat murah.

Baca: Cara Mengetahui Sertifikat Rumah Asli

Kemungkinan di tingkatkannya status girik menjadi SHM atau HGB memang bisa saja, tapi perlu anda ketahui untuk pengurusan tanah yang berstatus girik ke SHM harus melibatkan banyak pihak serta waktu yang lama.

Demikian dulu coretan untuk Memperhatikan Legalitas Lahan Ketika Membeli Properti semoga bermanfaat untuk anda semua.

Bantu Bagikan:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *