Cara Bisnis Properti, Investasi Properti dan Desain Rumah Minimali

Usaha Properti

Jokowi Resmi Izinkan Orang Asing Punya Rumah Di Indonesia

Jokowi Resmi Izinkan Orang Asing Punya Rumah Di Indonesia – Setelah lama diperdebatkan terkit undang-undang yang mengatur kepemilikan rumah oleh WNA (Warga Negara Asing) di Indonesia, akirnya Jokowi memberikan izin resmi.

Dengan pertimbangan memberikan kepastian hukum pemilikan rumah tempat tinggal atau hunian oleh orang asing yang bertempat tinggal di Indonsia, Presiden Jokowi pada tanggal 22 Desember 2015 lalu telah mendandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 103 Tahun 2015 tentang Pemilikian Rumah Hunian atau Tempat Tinggal oleh WNA yang berkedudukan di Indonesia.

Dalam PP tersebut dijelaskan, yang dimaksud orang asing yang berkedudukan di Indonesia yang selanjutnya disebut orang asing adalah oyang yang bukan WNI yang keberadaannya memberikan manfaat, misalnya melakukan usaha, bekerja atau berinvestasi di Indonesia.

“Orang asing dapat memiliki rumah untuk tempat tinggal atau hunian dengan status Hak Pakai,” itulah bunyi pasal 2 ayat (1) PP ini seperti dilansir dari situs Sekretariat Kabinet RI (setkab.go.id).

Apabila dalam hal ini orang asing meninggal dunia, menurut PP ini, rumah tempat tinggal atau hunian sebagaimana dimaksud dapat diwariskan. Ahli waris sebagaimana dimaksud harus mempunyai izin tinggal di Indonesia sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dalam PP ini juga menjelaskan bahwa WNI yang melaksankan perkawinan dengan orang asing dapat memiliki hak atas tanah yang sama dengan Warga Negara Indonesia lainnya.

“Hak atas tanah sebagaimana dimaksud bukanlah merupakan harta bersama yang dibuktikan dengan perjanjian pemisahan harta antara suami dan istri yang dibuat melalui akta notaris,” seperti yang dijelaskan pada pasal 3 ayat (2) PP ini.

Rumah tempat tinggal atau hunian yang dapat dimiliki orang asing sebagaimana dimaskud merupakan: a: Rumah tinggal diatas tanah: 1. Hak Pakai atau; 2. Hak pakai diatas Hak Milik yang dikuasai berdasarkan perjanjian pemberian Hak Pakai diatas Hak Milik dengan akta Pejabat Pembuat Akta Tanah. b. Sarusan (satuan rumah  susun) yang dibangun diatas bidang tanah Hak  Pakai.

Berdasarkan PP ini, rumah tinggal yang diberikan ditas tanah Hak Pakai dapat dimiliki orang asing untuk jangka 30 tahun, dan dapat diperpanjang hingga 20 tahun.

Perpanjangan dan pembaharuan sebagaimana dimaksud dapat dilaksanakan sepanjang orang asing masih memiliki izin tinggal di Indonesia.

Jokowi Resmi Izinkan Orang Asing Punya Rumah Di Indonesia

Wajib Melepas

Dalam PP NO.103 tahun 2015 juga menegaskan apabila orang asing atau ahli waris yang merupakan orang asing yang memiliki rumah yang dibangun diatas tanah Hak Pakai atau menurut perjanjian dengan pemegang hak atas tanah tidak lagi berkedudukan di Indonesia, maka dalam jangka waktu 1 tahun wajib melepaskan atau mengalihkan hak atas rumah dan tanahnya pada orang lain yang memenuhi syarat.

Jika dalam jangka 1 tahun rumah dan tanahnya tersebut belum dilepas atau dialihkan kepada pihka lain, maka rumah akan dilelang oleh Negara.

Untuk ketentuan lebih lanjut perihal tata cara pemberian, pelepasan atau pengalihan hak atas kepemilikan rumah tempat tinggal atau hunian oleh WNA, menurut PP ini diatur dengan peraturan menteri/kepala badan yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agraria.

Semoga saja dengan adanya undang-undang yang memberikan izin kepemilikian rumah bagi Warga Negara Asing di Indonesia mampu menggerakkan bisnis properti semakin bertumbuh lebih baik.

Baca juga artikel: Keuntungan KPR Dengan Tenor Terlama

Bantu Bagikan:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *