Cara Bisnis Properti, Investasi Properti dan Desain Rumah Minimali

Usaha Properti

Gaji Pas-Pasan, Guru Kesulitan Punya Rumah Pribadi

Gaji Pas-Pasan, Guru Kesulitan Punya Rumah Pribadi ~ Berbicara mengenai kesejahteraan seorang guru, tentu saja telah lama di perbincangkan. Salah satunya adalah mengenai kesejahteraan terkait pemilikan rumah pribadi.

Hal ini di karenanakan pendapatan seorang guru sebagai tenaga pengajar di nilai masih pas-pasan, sehingga untuk memiliki rumah pribadi bagi mereka masih tergolong sulit. Gaji buanan yang tidak teralalu besar menjadi salah satu faktor yang menghambat guru untuk memiliki rumah.

Seperti yang di ungkapkan salah seorang guru matematika SMAN 1 Tangerang Selatan beberapa hari lali. “Kalau mengandalkan gaji guru sendiri tidak bisa beli rumah. Untuk golongan PNS paling tinggi 4C saja, besar gajinya kisaran Rp 4 juta hingga Rp 5 juta perbulan”, ungkapnya.

Guru yang akrab di panggil Ibu Kokom oleh murid-muridnya itu pun mengaku bahwa saat ini sudah menjadi PNS goolongan 4A. Gaji yang di terimanya pun baru sekitar 4.3 juta perbulan.

Walaupun begitu, beruntung bagi Kokom yang merupakan penduduk asli Ciledug telah memiliki rumah pribadi di tempat tinggalnya itu. Rumah pribadi tersebut di bangun Kokom dan suaminya di atas lahan milik orang tuanya dan mulai di tempati sejak tahun 1998.

Lebih lanjut Kokom bercerita, masih ada banyak teman-temannya sesama rekan guru hingga kini belum memiliki rumah. “Masih sulit guru-guru sekarang untuk membeli rumah”, ucap Kokom.

Gaji Pas-Pasan, Guru Kesulitan Punya Rumah Pribadi

SK Guru Ditahan

Menurutnya status berprofesi sebagai guru, tidak serta merta memberikan guru kemudahan ketika membeli rumah pribadi. Syarat yang di lalui sangat rumit. Dan jikapun ada kemudahan melakukan pinjaman ke bank, itu karena guru berpenghasilan tetap.

Berprofesi sebagai guru bukan berarti ada kemudahan, ada kemudahan pinjaman di bank tetapi Surat Keputusan (SK) PNS ditahan  oleh bank sebagai jaminan,keluhnya.

Baca juga:

Awas Beli Rumah Subsidi Jangan Dikontrakkan !!

Cara Beli Rumah Tanpa DP

Cara Mudah Over Kredit Rumah

Menurut Kokom, meminjam dana atau kredit bank pun tidak semudah membalikkan telapak tangan. Sektiar 70 persen besar gaji di wajibkan untuk membayar cicilan bank, dan kemudian sisanya baru di gunakan untuk kebutuhan pribadi.

Hal inilah yang mebuat para guru kesulitan dan dinilai tidak bankable karena kemampuan bayar cicilan lebih rendah. Apalagi jika para guru ini sudah berkeluarga dengan gaji pas-pasan.

“Bagi yang belum berkeluarga sih mudah, tapi kalau yang sudah berkeluarga pasti berpikir dua kali”, ujar Kokom.

Bantu Bagikan:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *