Cara Bisnis Properti, Investasi Properti dan Desain Rumah Minimali

Usaha PropertiBandar Online Terpercaya

Ekonomi Sedang Lesu, KPR Kelas Menengah ke Bawah BTN Tumbuh 18%

Ekonomi Sedang Lesu, KPR Kelas Menengah ke Bawah BTN Tumbuh 18% ~ Di tengah terjadinya perlambatan ekonomi dunia pada tahun 2015 yang menyebabkan menurunnya daya beli masyarkat ternyata tidak berpengaruh pada pertumbuhan KPR (Kredit Pemilikan Rumah) kelas menengah ke bawah.

Seperti di ketahui sejak kuartal pertama tahun ini, pertumbuhan ekonomi khususnya Indonesia telah melambat yakni hanya sebesar 4.7%. Sedangkan pada tahun-tahun sebelumnya ekonomi nasional selalu mampu bertumbuh di atas 5%.

Meningkatnya konsumsi KPR kelas menengah ke bawah menandakan semakin banyaknya orang kaya kelas menengah di negeri ini, dan mengindikasikan mulai tingginya kesadaran masyarakat untuk membeli rumah sebagai kebutuhan primer.

Ekonomi Sedang Lesu, KPR Kelas Menengah ke Bawah BTN Tumbuh 18%

Gambar: Ilustrasi pertumbuhan KPR

Banyak pengamat memprediksi perlambatan ekonomi akan berdampak terjadinya penurunan dan lesunya bisnis properti, tapi ternyata kredit BTN khususnya pada segmen mengengah ke bawah tumbuh 18% dalam 6 bulan terakhir, hal ini di ungkapkan langsung oleh Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) Maryono, yang ditemui di BTN Expo, Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Sabtu (15/8/2015).

Menurut beliau, sektor perumahan khususnya kelas menengah ke bawah tahun ini masih cukup bagus mengingat market share BTN di segemen ini juga meningkat dari sebelumnya hanya 25% menjadi 28%.

Keuntungan BTN dalam kurun waktu 6 bulan tahun ini tumbuh 54%, ini menjadi bukti bahwa sektor perumahan khususnya kelas menengah ke bawah masih memiliki prosepek yang bagus, dan menurut beliau untuk rumah subsidi market share BTN naik dari 95% jadi 98%.

Maryono menambahkan, hingga juli 2015 BTN telah membiayai sebanyak 292.000 unit rumah melalui sekema FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan). Pihak BTN menargetkan hingga desember 2015 realisasi penyaluran kredir dengan skema FLPP mampu mencapai 442.000 unit rumah.

Menurut Maryono peminat KPR dengan skema FLPP  subsidi sangat luar biasa. BTN sendiri telah bekerjasama dengan beberapa perusahaaan dan kementerian.

Dalam skema ini muncul juga pengusaha besar yang ikut dalam program 1 juta rumah, misalnya Sandiaga Uno.

Demikian artikel sehubungan dengan pertumbuhan KPR kelas menengah-bawah BTN yang tumbuh 18% di tengan melambatnya ekonomi global.

Silahkan berikan tanggapan anda sehubungan dengan artikel diatas, terimakasih.

Bantu Bagikan:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *