Cara Bisnis Properti, Investasi Properti dan Desain Rumah Minimali

Usaha PropertiBandar Online Terpercaya

Cara Mengajukan KPR Agar Sukses Dan Disetujui Bank

Setelah pada postingan sebelumnya kita  sudah banyak mengulas berbagai tips dan analisa untuk memilih properti yang mempunyai peluang cashflow yang baik dan tentunya juga harganya dibawah pasar, maka untuk kali ini kita akan mengulas bagaimana cara untuk mendanai properti yang akan kita beli yaitu melalui fasilitas KPR yang ditawarkan oleh bank.

Oke, langsung saja dibawah ini ada beberapa cara mengajukan KPR agar disetujui oleh bank yang bisa anda ikuti dan coba diterapkan.

1. Mengetahui Cara Berpikir Bank

Saat ini mungkin masih banyak diantara kita yang masih takut dan enggan untuk mengajukan pinjaman ke bank. Namun, sebenarnya bank sendiri sangat mengiginginkan anda untuk mendapatkan pinjaman. Uang merupakan produk dari bank yang harus dikucurkan. Jika bank hanya menyimpan saja uang yang anda tabung atau anda deposito, maka bank pasti akan mengalami kerugian, dan bisa saja tidak akan beroperasi lagi, karena mereka harus membayar bunga dari uang anda dan harus mengeluarkan biaya operasional dan maintenance yang tentunya besar.

Oleh sebab itu, mau tak mau bank sendiri harus mencari cara bagaimana mengucurkan uang dari nasabah mereka untuk digunakan kembali tentunya dengan penghasilan lebih tinggi, seperti salah satunya adalah fasilitas KPR yang saat ini bank memberikan bunga rata-rata antara 11-13%. Sangat jauh berbeda bukan, jika anda menabung maka bunga yang anda terima hanyalah sekitar 3%, dan bahkan jika anda depostiokan sekalipun bunga yang anda terima biasanya masih sekitar 6%.

Guru properti seperti Joe Hartanto, pernah mengatakan bahwa dengan menggunakan KPR bank, maka anda bisa di ibaratkan juga sebagai pahlawan bank, karena anda ikut membantu bank untuk tetap bertumbuh.

Nah, sekarang apakah anda masih ragu atau enggan untuk mengajukan pinjaman ke bank? Jika bank menilai anda memang layak untuk dibiayai, maka bank akan segera mengucurkan dana untuk anda.

2. Mengetahui Kemampuan Bayar

Jika anda membeli rumah dalam kondisi baru, biasanya bank akan mau memberikan dana hingga 80% dan untuk rumah seken atau bekas bank akan mendanai hingga 70%. Untuk itu anda harus menyediakan terlebih dahulu dana minimal untuk membayar DP yang 20 atau 30% tersebut.

Berikutnya anda harus mampu menghitung berapa kira-kira besar plafond yang akan dikeluarkan bank untuk KPR anda. Untuk mengetahui kemampuan kredit anda, caranya cukup mudah. Pertama hitung dulu seluruh total penghasilan anda perbulannnya, jika anda sudah berkeluarga anda bisa join penghasilan suami dan istri, kemudian kalikan 30% dari total penghasilan anda tersebut.

Sebagai contoh jika total penghasilan anda per bulan anda adalah 7 juta, maka 30% x 7 juta sama dengan 2.1 juta. Angka 2.1 juta tersebutlah yang menjadi penilaian bank dalam hal kemampuan anda untuk membayar cicilan per bulannya. Jangan pernah mengajukan pinjaman ke bank yang jauh diatas kemampuan anda dalam membayar, jika itu anda lakukan, maka hampir dipastikan pengajuan permohonan KPR anda tidak akan disetujui. Untuk itulah pentingnya bagi kita untuk mengetahui kemampuan dalam hal membayar kredit yang akan kita ambil.

Untuk lebih mudahnya, anda boleh melakukan simulasi KPR dengan berkunjung ke situs simulasi simulasikredit.com

3. Menyusun Laporan Keuangan

Sebelum mengajukan permohonan KPR, anda harus menyusun laporan keuangan, seperti bukti rekening koran selama 3 bulan terakhir di rekening tabungan anda. Rekening koran tersebut akan di lihat oleh bank sebagai bukti bahwa anda memang benar mempunyai penghasilan seperti yang anda tuliskan dalam permohonan KPR.

Nah, sebagai tips untuk anda maka 3 bulan sebelum mengajukan KPR anda harus memperbaiki transaksi keuangan di dalam buku tabungan anda, tujuannya adalah untuk menunjukkan dan membuktikan kepada pihak bank bahwa anda memiliki cashflow yang baik setiap bulannya.

Caranya, anda boleh buka dua rekening bank seperti Bank BCA, Bank Mandiri ataupun bank lainnya. Kemudian lakukan transaksi debit, kredit atau tarik dan simpan. Untuk lebih mudahnya anda bisa melakukan transfer dengan jumlah nominal yang berbeda secara bergantian ke kedua rekening bank anda tersebut. Sebagai contoh lakukan transfer dari Bank BCA anda ke Mandiri sebesar 5 juta, dan dihari berikutnya anda boleh lakukan kembali transfer secara bergantian. Cara tersebut biasa dikenal dengan tehnik “menggoreng rekening” untuk memperbaiki laporan keuangan.

Lakukan cara diatas secara rutin selama beberapa bulan sebelum mengajukan permohonan KPR. Anda tidak perlu takut, bank tidak akan pernah bosan atau menanyakan anda mengapa anda berkali-kali melakukan cara tersebut.

Setelah waktunya akan mengajukan pemohonan KPR, maka anda boleh pergi ke Bank dan meminta agar transaksi atau rekening koran anda selama 3 bulan terakhir di print out. Laporan atau rekening koran tersebutlah yang akan kita lampirkan pada saat pengajuan KPR sebagai bukti bahwa anda mempunyai laporan keuangan atau cashflow yang bagus. Dengan demikian bank akan semakin percaya dan menilai anda patut dan layak untuk diberikan pinjaman.

4. Siapkan Dokumen

Berikutnya untuk pengajuan permohonan KPR, anda harus menyiapkan dokumen yang diperlukan sebagai syarat pengajuan. Adapun daftar dokumen atau syarat yang dibuthkan adalah seperti dicantumkan dibawah ini.

 Persyaratan Umum

* WNI dan berdomisili di Indonesia.

* Karyawan tetap dengan  pengalaman kerja minimal 2 tahun.

* Wiraswasta dengan  pengalaman usaha minimal 3 tahun.

* Profesional dengan  pengalaman praktek minimal 2 tahun.

* Usia minimal pada saat pembiayaan diberikan adalah 21 tahun, dan maksimal usia pensiun untuk karyawan atau 65 tahun untuk wiraswasta dan profesional.

 Karyawan

* Kartu Tanda Pengenal (KTP)

* Kartu Keluarga dan Surat Nikah

* Slip Gaji terakhir atau Surat Keterangan Gaji

* Rekening koran/tabungan 3 bulan terakhir

* NPWP pribadi.

 Wiraswasta

* Kartu Tanda Pengenal (KTP)

* Kartu Keluarga dan Surat Nikah

* Rekening koran/tabungan 3 bulan terakhir

* Laporan Keuangan 2 tahun terakhir

* Legalitas Usaha (Akte pendirian berikut perubahan terakhir, TDP, SIUP, NPWP)

* NPWP pribadi.

 Profesional

* Kartu Tanda Pengenal (KTP)

* Kartu Keluarga dan Surat Nikah

* Rekening koran/tabungan 3 bulan terakhir

* Izin praktek yang masih berlaku

* NPWP pribadi

Persyaratan Jaminan

* Sertifikat Tanah (SHGB dan SHM)

* Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

* Peta Lokasi

* PBB terakhir

5. Masukkan Dokumen ke Banyak Bank Sekaligus

Agar peluang anda semakin besar untuk mendapatkan dana KPR, maka sebaiknya anda memasukkan permohonan pengajuan KPR ke banyak bank sekaligus. Selanjutnya jika beberapa bank tertarik dan bersedia memberikan dana KPR, maka anda boleh melakukan negoisasi.

6. Berperan Aktif Dalam Proses Approval

Jika anda sudah memasukkan permohonan pengajuan KPR kebanyak bank, biasanya dalam waktu beberapa hari setelah dokumen dimasukkan, akan segera diproses oleh bank untuk kemudian dilakukan survei terhadap properti yang akan anda beli.

Jika proses tersebut sudah anda lalui, maka berikutnya sambil menunggu hasil dari bank-bank lainnya juga anda boleh menghubungi pihak bank untuk menanyakan status permohonan anda, ini akan membuat pihak bank lebih yakin, karena anda menunjukkan keseriusan untuk mendapatkan dana KPR.

7. Negoisasi Dengan Bank

Selanjutnya jika beberapa bank menyetujui permohonan KPR anda, maka sekarang anda boleh melakukan negoisasi ke tiap-tiap bank yang menyetujui permohonan KPR anda tersebut. Walaupun bank pada umumnya telah menetapapkan bunga KPR mereka, sebagai contoh katakanlah 12%, maka bukan tidak mungkin bagi anda untuk tetap melakukan negoisasi dengan mereka mengenai besar bunga tersebut, begitu juga dengan besar plafond dan jangka waktu KPR anda tetap bisa negoisasikan.

Sebagai saran pilihlah bank yang memberikan bunga terendah dengan palfond tertinggi serta jangka waktu terlama.

Oke, demikian dulu postingan untuk Cara Mengajukan KPR Agar Sukses Dan Disetujui Bank semoga dapat membantu anda untuk sukse mendapatkan dana KPR untuk membiayai pendanaan  properti anda.

Baca juga artikel ini Pentingnya Memulai Investasi Properti Dengan Cashflow Positif

Bantu Bagikan:
6 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *