Cara Bisnis Properti, Investasi Properti dan Desain Rumah Minimali

Usaha PropertiBandar Online Terpercaya

Cara Memperbaiki Utang Jelek Di Properti

Cara Memperbaiki Utang Jelek Di Properti ~ Pada dasarnya ada dua jenis utang, yaitu utang jelek dan utang baik. Utang jelek adalah utang yang membuat si pemiliknya mendapatkan caschflow negatif atau pengeluaran yang lebih besar di bandingkan pemasukan setiap bulannya, atau dengan kata lain utang tersebut membuat sesorang selalu merugi.

Sebaliknya utang yang baik merupakan utang yang membuat si pemiliknya bertambah kaya karena utang tersebut mampu memberikan penghasilan atau cashflow positif.

Banyak orang beranggapan bahwa berutang itu adalah hal yang tabu atau jelek, namun tahukah anda dengan utang yang baik akan mampu membuat kondisi keuangan seseorang semakin membaik dan bertambah kaya?

Hal tersebut sangat memungkinkan jika kita paham untuk menjadikan utang untuk bisa membeli asset seperti investasi properti, bisnis dan sebagainya yang mampu memberikan penghasilan positif.

Cara Memperbaiki Utang Jelek Di Properti

Utang jelek bisa terjadi ketika kita membeli sebuah properti, misalnya saat anda berencana untuk investasi di properti kos-kosan, dengan pendanaan kpr bank sebesar 70%.

Investasi properti yang kita rencanakan dan dihitung di awal yang kita anggap akan memberikan keuntungan seringkali yang terjadi malah sebaliknya yang menjadikan kita merugi karena lebih besar total pengeluaran di banding dengan total penghasilan dari properti tersebut.

Total pengeluaran tersebut dapat berupa cicilan KPR, biaya perawatan, billing bulanan untuk air listrik, telepon atau isp. Sedangkan total pemasukan adalah penghasilan sewa dari rumah tersebut.

Berikut ini beberapa cara memperbaiki utang jelek di properti agar anda tidak terlalu lama merugi.

1. Take over dengan bunga terendah

Cara pertama untuk mengatasi utang jelek cicilan rumah adalah dengan cara melakukan take over kredit tersebut ke bank lain dengan suku bunga terendah.

Sebagai pengalaman saya pernah mendapatkan KPR dari bank BPR (Bank Perkreditan Rakyat) dengan bunga yang saya pikir jauh lebih tinggi dari bank-bank pemerintah, hal ini membuat cicilan kredit saya semakin membesar setiap bulannya.

Nah untuk mengatasinya anda boleh mencoba take over dengan mengajukan KPR ke bank-bank pemerintah yang suku bunga KPR nya jauh lebih rendah.

Anda boleh mengajukan permohonan KPR ke banyak bank sekaligus, jika di terima pilihlah bank yang memberikan suku bunga terendah dengan masa kredit terlama, dengan demikian akan membuat biaya cicilan kredit anda jauh berkurang.

2. Meminjam dari sumber nonbank

Sebenarnya ada banyak cara pendanaan yang bisa kita manfaatkan untuk membeli rumah, bukan saja hanya bank melainkan pendanaan nonbank seperti mendapatkan pinjaman dari keluarga, teman kerja, teman bisnis dan kantorpun dapat anda manfaatkan.

Sumber pinjaman seperti di sebutkan diatas dapat anda gunakan dengan membuat perjanjian pembayaran yang jelas kepada pemberi pinjaman, selanjutnya dana tersebut bisa anda gunakan untuk melunasi kredit KPR anda.

3. Membayar lebih cepat

Jika punya penghasilan lebih, anda boleh memanfaatkannya dengan membayaran cicilan lebih besar  setiap bulan.

Misalnya, jika cicilan kredit anda sebesar Rp 5 juta setiap bulan, maka untuk mempercepat pelunasan dan memperkecil cicilan, anda dapat mengangsur lebih besar, seperti menyetor sebesar Rp 10 juta atau Rp 15 juta setiap bulan.

Dengan cara tersebut, utang anda akan semakin berkurang dan cicilan kredit anda semakin kecil.

4. Menjual properti

Jika properti anda memberikan kerugian yang cukup besar dan anda rasa terlalu memberatkan, selanjutnya anda boleh memilih untuk menjual rumah tersebut dengan harga yang lebih mahal dari harga pembelian.

Uang tersebut akan bisa melunasi utang anda, dan uang lebihnya bisa anda gunakan kembali untuk keperluan bisnis lainnya.

Itulah, beberapa cara memperbaiki utang jelek di properti, sekian dulu artikel kali ini semoga bermanfaat untuk anda semua.

Baca juga artikel ini ya, Cara Beli Rumah Tanpa DP

Bantu Bagikan:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *