Cara Bisnis Properti, Investasi Properti dan Desain Rumah Minimali

Usaha Properti

Cara Beli Rumah Over Kredit

Salah satu cara beli rumah yang patut kita jadikkan sebagai pilihan adalah dengan membeli secara over kredit. Over kredit merupakan dimana seseorang memiliki rumah dengan status atau dalam tahap proses angsuran atau KPR sedang berjalan ke sebuah bank, namun si pemiliknya berniat untuk menjual rumah tersebut sehingga terjadilah peralihan hak dan peralihan kredit.

Membeli rumah dengan cara over kredit seringkali jadi menguntungkan bagi pembeli, karena pada banyak kasus penjual yang berniat melakukan over kredit bisa saja dikarenakan kondisi financial yang kurang baik, atau tidak sanggup untuk mencicil ataupun memang penjual sedang butuh uang sehingga rumah yang akan dijual ditawarkan dengan harga murah.

Namun demikian sebelum anda memutuskan untuk membeli rumah dengan cara over kredit, maka sebaiknya anda jangan pernah menggunakkan emosi sesaat untuk membuat keputusan seperti dikarenakan rumah tersebut murah, cantik atau strategis. Sebaiknya periksa terlebih dahulu kondisi rumah tersebut dan lakukan analisa apakah memang layak untuk dibeli. Ingat pada postingan sebelumnya kita sudah banyak membahas membeli rumah layak dilakukan jika memang rumah tersebut berpotensi baik atau karena adanya cashflow posistif.

Baiklah, jika anda hendak membeli rumah dengan cara over kredit, maka sebaiknya anda mengetahui beberapa hal. Selain harus membayarkan harga pokok yang diminta oleh pembeli atas rumah yang akan dijual, selanjutnya anda juga harus mengetahui berapa sisa angsuran yang harus anda bayarkan ke bank, dan berapa lama angsuran tersebut berjalan, kemudian ketahui juga bunga kredit yang diberikan oleh bank tersebut, dan jika anda anggap bunga yang diberikan terlalu tinggi, maka andapun berhak untuk melakukan refinance atau mencari bank lain yang memberikan bunga terendah dan tentu juga dengan plafond yang tinggi yang anda anggap menguntungkan.

Dalam melakukan proses over kredit, maka sebaiknya anda lakukan dihadapan Notaris dan selanjutnya di beritahukan ke pihak bank. Dengan melakukan transaksi over kredit oleh Notaris maka transaksi anda akan jauh lebih aman karena akan dianggap lebih legal dan kuat secara hukum.

Berikut mekanisme yang biasanya dilakukan pada saat proses over kredit melalui Noataris.

Pertama penjual dan pembeli mendatangi Notaris, dan kemudian memberitahukan maksud baik anda untuk melakukan over kredit atas rumah penjual, serta membawa kelengkapan berkas seperti dibawah ini.

1. Fotokopi Perjanjian Kredit

2. Fotokopi Sertifikat lengkap dengan stempel banknya

3. Fotokopi IMB

4. Fotokopi PBB terbaru yang sudah dibayar

5. Fotokopi bukti pembayaran angsuran

6. Asli buku tabungan bernomor rekening untuk pembayaran angsuran

7. Data penjual dan pembeli, seperti KTP, Kartu keluarga, Surat nikah, NPWP, Rekening koran 3 bulan terakhir, Surat Keterangan Kerja, Surat keterangan penghasilan, Slip gaji terakhir serta dokumen pendukung lainnya jika diperlukan.

Berikutnya Notaris akan membuat Akta Pengikatan Jual Beli atas terjadinya pengalihan hak atas tanah dan bangunan serta Surat Kuasa untuk melunasi sisa angsuran dan surat kuasa untuk mengambil sertifikat apabila angsuran sudah dilunasi.

Selanjutnya penjual akan membuat Surat Pernyataan/Pemberitahuan yang menjelaskan bahwa telah terjadi peralihan kewajiban dan hak atas kredit dan agunan yang dimaksud. Berikutnya surat pernyataan inilah yang akan diberikan kepada pihak bank sebagai bukti telah terjadinya peralihan antara debitur lama ke debitur baru sehingga bank mengetahui dan mencatatkan peralihan hak ke debitur baru tersebut.

Demikian dulu artikel Cara Beli Rumah Over Kredit semoga bermanfaat untuk anda.

Baca juga artikel ini Tips Cari Rumah Harga Murah

Bantu Bagikan:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *