Cara Bisnis Properti, Investasi Properti dan Desain Rumah Minimali

Usaha PropertiBandar Online Terpercaya

Berada Di level Manakah Anda Ketika Masuk Di properti

Seperti yang pernah di singgung pelatih marketing bisnis and idea terbaik di Indonesia yaitu Tung Desem Waringin dalam beberapa seminarnya bahwa ada beberapa cara untuk masuk dan kaya di dalam properti. Dia juga mengungkapkan bahwa di Indonesia kebanyakan atau bisa dikatakan bahwa orang di porperti ternyata 80% bukanlah investor sebaliknya mereka bisa dikatakan adalah “penjudi”.

Berikut akan dijelaskan beberapa level orang yang masuk dan bergelut di bisnis properti. Anda bisa ikuti dan tanyakan pada diri anda sendiri berada di level manakah anda ketika masuk di bisnis properti.

1. Penjudi

Level pertama yang dikenal bagi orang yang masuk di properti adalah level “penjudi”. Tunggu dulu ini maksudnya bukan berjudi yang seperti biasanya anda kenal. Penjudi di dalam properti maksudnya adalah membeli atau melakukan deal properti dengan cara yang “ngawur”, “ikut ikutan” serta terlalu “percaya diri “.

Cara cara tersebut bisa dikatakan sebagai level penjudi karena sebenarnya meraka membeli properti tanpa terlebih dahulu menghitung dan mengetahui harga pasar dari properti yang dibelinya, dengan kata lain mereka hanya berpikir jika beli properti pasti untung.

Selanjutnya ikut-ikutan maksudnya adalah mereka yang membeli properti hanya karena melihat banyak orang dan berlomba-lomba untuk membeli properti yang pada akhirnya merekapun ikut-ikutan untuk membelinya.

Berikutnya dikatakan terlalu percaya diri adalah orang yang dia pikir dia sudah menghitung harga properti tersebut padahal belum, dan selanjuthya merekapun percaya bahwa propertinya akan naik.

Pertanyaannya bisakah anda berhasil pada level ini? Ya tentu saja bisa.. tapi sebaliknya juga akan lebih banyak yang mengalami kehilangan uang atau merugi karena pada kesimpulannnya pada level penjudi mereka tidak mengetahui harga pasar dari properti yang dia beli.

2. Pedagang

Berikutnya level pedagang adalah mereka yang membeli properti dan kemudian bermaksud menjualnya kembali. Sistim ini lebih dikenal dengan model “flip”. Perbedaanya pedagang properti sudah mengetahui harga pasar dari properti yang akan dibelinya, sedangkan pada level penjudi mereka tidak tahu harga pasar dari properti yang dibelinya tersebut.

Ipswich Investor, Property Management, Real Estate Ipswich, Mortgage Broker Ipswich, Ipswich property market

Pedagang properti juga tidak hanya dikenal pintar dalam menghitung harga properti, tapi mereka juga paham dan sangat baik melakukan negoisasi dengan penjual, yang kemudian mereka bisa mencari cara untuk mendanai proeprti yang sudah di negoisasikan tersebut.

Pembebas tanah, depelover dan private invesor termasuk dalam level pedagang, dimana mereka membeli tanah dengan cara mengitung dan menganalisa terlebih dahulu tanah yang akan dibelinya kemudian jika mereka kekurangan modal untuk membangun maka akan dengan bijak mererka bisa mencari pendanaan seperti meyakinkan investor untuk mau bekerja sama, bergabung ke komunitas atau klub investor atau bekerja dama dengan bank sehingga tanah yang dibeli berhasil dibangun dan bisa dijual kembali ke konsumsen untuk meraup keuntungan.

3. Investor

Beda yang paling mendasar antara pedagang properti dengan investor adalah, investor membeli properti tidak untuk dijual sedangkan pedagang beli properti untuk dijual kembali agar mendapatkan untung.

Sama halnya dengan sebuah sapi, pedagang membeli sapi hanya untuk dijual yang tentunya mereka sudah tahu harga jual sapi tersebut sehingga saat mereka membeli dan di jual kembali para pedagang properti akan mendapat keuntungan.

Berberda halnya dengan investor, mereka membeli sapi tidak untuk dijual melainkan mereka mengambil keuntungan dengan mengambil atau memerah susu sapi tersebut dan mengharapkan dengan beternak sapi mereka  bisa mengembangkan sapinya hingga bertambah.

Analogi sapi tersebut berlaku pada investor properti, mereka membeli properti tidak untuk dijual melainkan properti tersebut akan disewakan pada orang lain, dijadikan kos-kosan, dikontrakkan sehingga pasif income merekapun bertumbuh.

Nah berada dilevel manakah anda ketika masuk di properti? Sekian dulu ulasan Berada Di level Manakah Anda Ketika Masuk Di Properti semoga dengan adanya ulasan diatas lebih membuat kita semakin bijak untuk berbisnis di properti.

Sekian dulu artikel Berada Di level Manakah Anda Ketika Masuk Di Properti terimakasih sudah berkunjung dan membaca artikel ini semoga bermanfaat untuk anda.

Baca juga artikel ini Menggunakan Rumus 100:10:3:1 Untuk Membeli Properti

Bantu Bagikan:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *