Cara Bisnis Properti, Investasi Properti dan Desain Rumah Minimali

Usaha Properti

Apa Itu Sertifikat Akta Jual Beli

Pada saat anda melalaui proses jual beli baik itu tanah, rumah, ruko, apartemen, ataupun properti lainnya maka anda pasti sering mendengar istilah Akta Jual Beli (AJB). Akta Jul Beli (AJB) merupakan akta otentik yang dibuat oleh Notaris/PPAT atas peralihan sebidang lahan baik itu tanah ataupun bangunan.

Tanah ataupun bangunan merupakan benda yang tidak bergerak (tetap) sehingga proses dalam jual belinya pun berbeda dengan jual beli pada benda bergerak yang biasanya kita lakukan, misalnya seperti kendaraan, barang elektronik dan lainnya yang tidak memerlukan Akta Jual Beli pada saat transaksi dilakukan.

Sebaliknya pada benda tidak bergerak seperti tanah dan bangunan harus memerlukan akta otentik yang biasanya dibuat oleh pejabat yang berwewenang seperti pihak Notaris/PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah).

Pada prosesnya, dalam jual beli tanah atau bangunan pihak Notaris/ PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah) mempunyai otoritas untuk membuat akta dan apabila jual beli tanah atau sebuah bangunan dilakukan dengan perjanjian dibawah tangan, maka cara tersebut tidaklah sah dan tidak membuat beralihnya tanah dan bangunan dari penjual ke pembeli yang baru sekalipun pembeli telah membayar lunas harga dari tanah atau bangunan tersebut.

Di bawah ini di jelaskan  langkah-langkah yang penting dilakukan dalam membeli  tanah atupun bangunan sebelum Akta Jual Beli dilakukan oleh Notaris/PPAT.

1. Pertama yang harus diperiksa adalah objek tanah ataupun bangunan yang akan dibeli, seperti pemeriksaan secara fisik ataupun memeriksa kelengkapan sertifikat dari tanah ataupun bangunan yang akan dibeli.

2. Selanjutnya, pembeli dapat memeriksakan pemabayaran pajak (PBB) di kantor pajak terdekat, dan untuk pemeriksaan sertfikat tanah ataupun bangunan dapat di periksakan ke Notaris/BPN. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa penjual telah membayar pajak dari tanah atau bangunan yang akan dijual, dan pemeriksaan sertifikat penting dilakukan untuk memastikan bahwa tanah atau rumah tersebut tidak dalalm bermasalah seperti sengketa, blokir, dalam status sitaan dan  sebagainya.

3. Jika dalam proses pemeriksaan di atas tidak ditemukan masalah, maka proses jual beli dapat dilakukan dengan pembuatan Akta Jual Beli (AJB) oleh Notaris/PPAT. Hal yang penting jika anda kurang memahami proses atau cara pemeriksaan diatas, maka sebaiknya anda dapat konsultasikan dengan Notaris/PPAT untuk melakukannya.

Pentingnya AJB tersebut dibuat adalah untuk pencatatan balik nama sertifikat dari penjual kepada pembeli yang baru. Dalam proses pembuatannya maka kedua pihak baik itu penjual atapun pembeli berkewajiban untuk membayar pajak transaksi.

Pihak penjual wajib membayar pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 5%, dan kemudian pembeli wajib membayarkan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan sebesar 5 %. Jika pembuatan AJB sudah selesai, selanjutnya Notaris/PPAT akan melakukan proses balik nama sertifikat di BPN (Badan Pertanahan Nasional), jika sudah maka tanah dan bangunan tersebut telah sah menjadi milik pembeli. 

Demikian dulu artikel Apa Itu Sertifikat Akta Jual Beli terimakasih sudah membaca dan semoga bermanfaat untuk anda.

Baca juga artikel ini Pentingnya Belajar Bisnis Properti Dari Orang Yang Tepat

Bantu Bagikan:
2 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *