Cara Bisnis Properti, Investasi Properti dan Desain Rumah Minimali

Usaha Properti

Apa Itu Perjanjian Pengikatan Jual Beli

Apa Itu Perjanjian Pengikatan Jual Beli ~ Perjanjian Pengikatan Jual Beli atau sering di sebut juga dengan PPJB merupakan perjanjian antara calon pembeli dengan calon penjual terhadap objek tanah atau bangunan yang di buat sebelum di keluarkan atau di tandatanganinya Akta Jual Beli (AJB) di depan Notaris/PPAT.

Berbeda halnya jika anda membeli barang mewah bergerak seperti mobil, motor dan lainnya yang tidak memerlukan adanya perjanjian akta jual beli. Ketika membeli barang tidak bergerak seperti rumah dan bangunan dalam pengalihannya (jual beli) perlu di buat oleh akta Notaris/PPAT dalam bentuk yang biasa kita sebut dengan Akta Jual Beli (AJB).

Nah, sebelum di keluarkannya Akta Jual Beli (AJB) pembeli dan penjual biasanya perlu melalui serangkaian proses seperti calon pembeli yang seringkali harus memeriksakan sertifikat dari rumah yang akan di beli ke kantor pertanahan (BPN), sebaliknya calon penjual juga biasanya meminta uang tanda jadi (DP) rumah sebagai tanda keseriusan calon pembeli.

Sama halnya dengan depelover, biasanya PPJB di keluarkan pada saat konsumen menyetor uang muka atau DP dari rumah yang di beli oleh konsumen. Manfaat dari PPJB tersebut sudah jelas, yaitu sebagai ikatan keseriusan awal antara pihak penjual dengan calon pembeli untuk melakukan transaksi.

Dengan adanya ikatan atau perjanjian, maka jika sewaktu-waktu calon pembeli membatalkan pembelian dengan sepihak, maka uang muka yang di bayarkan di awal sebagai tanda jadi akan hangus.

Dengan demikian PPJB sangat bermanfaat guna mengikat kedua belah pihak yaitu penjual dengan calon pembeli agar memiliki niat yang serius melakukan transaksi jual beli tanah atau bangunan sampai pada akhirnya keseriusan tersebut ditandai dengan di keluarkan serta di tandatanganinya AJB (Akta Jual Beli) dan pelunasan sisa harga rumah oleh calon pembeli.

Berikut beberapa hal penting yang perlu anda perhatikan ketika membuat PPJB.

1. Keterangan tentang obyek tanah dan bangunan harus jelas, seperti di cantumkannya luas tanah dan bangunan, adanya sertifikat pemilik, serta dokumen-dokumen pendukung lainnya yang melekat pada obyek tanah dan bangunan yang akan di beli.

2. Di jelaskannya harga tanah/meter serta total keseluruhan lengkap dengan cara pembayaran yang akan di tempuh oleh calon pembeli.

3. Berikutnya penting juga untuk membuat perjanjian syarat pembatalan, seperti jika pada waktu yang telah di sepakati pembangunan rumah tidak juga selesai, maka calon pembeli berhak untuk membatalkannya dan menerima uang muka yang sudah di bayarakan di awal, sebaliknya jika pembangunan rumah sudah selesai sesuai waktu yang telah di sepakati namun calon pembeli membatalkannya dengan cara sepihak, maka calon pembeli akan kehilangan uang muka yang telah di setor di awal.

4. Adanya penegasan mengenai pembayaran pajak yang telah menjadi kewajiban masing-masing pihak seperti pajak pembeli, pajak penjual, biaya Notaris dan biaya lainnya jika ada.

5. Selanjutnya jika di perlukan, calon penjual juga bisa membuat pernyataan yang menegaskan bahwa tanah dan bangunan yang akan di jual tidak sedang berada dalam jaminan utang atau kasus sengketa. Dengan demikian jika pernyataan dan jaminan calon penjual tersebut tidak benar adanya, maka calon penjual  akan membebaskan calon pembeli dari masalah tuntutan dari pihak manapun.

Sekian dulu artikel Apa Itu Perjanjian Pengikatan Jual Beli semoga bermanfaat untuk kita semua, terimakasih sudah berkunjung dan membaca artikel ini ^^.

Previous article must read, 6 Keahlian Yang Harus Dimiliki Pebisnis Properti

Bantu Bagikan:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *